Perempuan Penyintas Enam Lima [Karya Marsa Nada]

60 Tahun Silam

Perempuan Penyintas Enam Lima

Karya : Marsa Nada Aufania


Ketika cuplikan itu datang

Serangkai praktik penahanan otoriter

Ladang pembantaian juga lapang permainan

Memburu yang tersisa waktu malam


Di tangannya sebilah lancur berlumur darah

Sebuah lubang terisi, bukit tengkorak bersaksi

Jiwa tandus yang digerus sepi

Menyisakan peristiwa darah enam lima


Kami bukan pembunuh

Bukan pelaku kekerasan terhadap Jenderal!

Suara mereka disiksa tanpa keadilan

Puluhan tahun disumpal tuduhan

Menghirup roh kebisuan dari sekujur tubuh


Orang-orang dituduh komunis, disembelih, dikaitkan dengan PKI

Ia dituding penjagal manusia

Tiga belas perempuan dalam hitungan pekan

Tak ada perisai juga helai kain yang melumuri

Semua berserah pada Illahi


Pasca peristiwa enam lima

Mereka ditahan tanpa proses pengadilan

Operasi klandestin

Menyaksikan bagian tubuh diarak melewati bukit

Dituduh dalam kekerasan asusila dan fitnah seksual


Hidup dalam ketakutan dan kebisuan 60 tahun silam

Dilatari pembunuhan tujuh Jenderal Pulau Jawa

Kudeta gagal, polarisasi politik, dendam diri, isu religi, dan kampanye militer

Menghabisi komunis hingga akarnya


"Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab"

Jutaan rakyat menanti nyata bunyi itu

Diikrarkan dengan haru dan harap

Menguatkan bumi pertiwi


Dan di sepanjang sejarah

Tercium garuda Pancasila sakti

Menyemai butir-butir keadilan

Hingga abadi menyusuri nusantara

Dalam bunyi,

Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia


Aceh, 1965



Komentar